Tip Berkomunikasi dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Tip Berkomunikasi dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Jakarta, Ditjen Vokasi PKLK - Bagi masyarakat awam, berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) terkadang mungkin agak sulit. Bagi yang belum terbiasa, proses komunikasi dengan mereka bisa jadi akan terasa janggal. 


Padahal, komunikasi dan berinteraksi dengan ABK sangat penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan mereka yang berkebutuhan khusus secara efektif. Oleh karena itu, masyarakat umum pun disarankan untuk mengenali cara-cara berkomunikasi dengan ABK.  


Meskipun membutuhkan perlakuan khusus, ABK tetap harus terus diajak untuk bersosialisasi untuk melatih psikologis dan psikomotoriknya. Untuk itu, berikut adalah beberapa tip yang mungkin dapat membuat komunikasi dengan anak berkebutuhan khusus menjadi lebih efektif sebagaimana dikutip dari berbagai sumber. 


Berbicara seperti biasa 

Beberapa anak berkebutuhan khusus memiliki fungsi otak yang sama dengan anak-anak yang berkembang normal, hanya saja mereka mungkin tidak dapat mengomunikasikannya. Bicaralah kepada anak-anak berkebutuhan khusus sama seperti anak-anak lainnya. Hal ini dapat menghasilkan respons yang lebih baik dari mereka. Ada baiknya untuk memanggil nama mereka secara lengkap agar mereka merasa lebih dihargai.


Gunakan bahasa isyarat 

Pada dasarnya, bahasa isyarat tidak hanya untuk anak-anak tunarungu yang mengalami kesulitan mendengar. Bahasa isyarat juga dapat digunakan untuk anak-anak yang tidak bisa berbicara. Bahasa isyarat menjadi cara bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa merasa frustasi karena ketidakmampuan mereka menggunakan kata-kata.


Membahas topik spesifik dan jelas 

ABK membutuhkan segala sesuatu yang spesifik dan jelas. Coba untuk membahas topik yang spesifik dengan mereka. Misalnya, jika kamu ingin berbincang mengenai musik, fokuslah pada genre musiknya atau mengenai alat musiknya. Jangan menyatukan kedua hal tersebut. 


Kontak mata secukupnya 

Kontak mata merupakan suatu kewajiban saat berkomunikasi. Akan tetapi hal ini tidak selalu berlaku sama dengan anak ABK. Kontak mata yang terlalu sering terkadang justru membuat ABK merasa terintimidasi dan membuat mereka tidak nyaman. Jika sudah begitu, mereka akan sering menunduk dan tidak ingin berbicara. 


Sabar menunggu jawaban

Hal yang perlu diingat bahwa dalam beberapa kasus ABK membutuhkan  waktu sedikit lebih banyak untuk menyerap pertanyaan yang diajukan kepada mereka. Oleh karena itu, kita perlu sedikit lebih bersabar untuk  menunggu jawaban dari mereka. Hindari untuk langsung mengganti topik pembicaraan akan tetapi tunggulah sampai mereka memberikan jawaban. (Nan/Dani)