Mahasiswa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta Sabet Kejuaraan Tari Nasional

Mahasiswa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta Sabet Kejuaraan Tari Nasional

Bantul, Ditjen Vokasi – Mahasiswa Program Studi Seni Tari, Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni dan Budaya Yogyakarta raih sejumlah kejuaraan tari nasional dalam rangka peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-211 (11-06-2023).


Dalam perlombaan tersebut, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta mengirim dua mahasiswanya, Dhiah Anis Dwi Prastiwi dan Arif Nurhidayat untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.


Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta dari seluruh Indonesia yang dibagi menjadi beberapa tingkatan mulai dari SD, SMP, mahasiswa, dan umum. Para peserta membawakan beberapa materi tari klasik gagrak Pakualaman, seperti tari Puri Melati, Golek Kusuma Asri, Golek Kusuma Mataya, Tyas Muncar, Kuda Manggala, dan Manggalatama.  


Pada perlombaan ini, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta berhasil membawa dua kejuaraan, dalam kategori putri mendapatkan juara 2 dan kategori putra mendapatkan juara 4 tari untuk tari klasik gagrak Pakualaman.


Hal ini merupakan pengalaman kali pertama yang didapatkan oleh Dhiah.


“Pada saat lomba saya masuk ke kategori tunggal dan membawakan tari Tyas Muncar. Ini perlombaan luring yang pertama kali saya ikuti. Saya bersyukur bisa berpartisipasi dalam acara yang luar biasa ini. Tidak sia-sia saya berlatih dengan keras selama ini hingga akhirnya bisa mendapatkan kejuaraan terlebih jika ingat peserta lainnya juga tak kalah bagus pembawaannya,” ucap Dhiah.


Dosen Prodi Seni Tari, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Damar Kasyiyadi, menyampaikan bahwa prestasi yang diperoleh mahasiswanya menjadi salah satu bukti keberhasilan AKN dalam melahirka mahasiswa yang berprestasi. 

“Materi tarian gagrak Puro Pakualaman merupakan materi bahan ajar Prodi Seni Tari di AKN Seni dan Budaya Yogyakarta. Hal ini sebagai sebuah perhatian kampus terhadap seni dan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan pencapaian prestasi yang diraih oleh mahasiswa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta merupakan suatu indikator pembuktian bahwa dalam proses belajar mengajar di kampus ini berhasil dengan baik,” ucap Damar.


Sementara itu, perwakilan dari penyelenggara lomba Mas Riya Lebdamataya bahwa materi-materi tarian tersebut bisa didapatkan dan dipelajari secara mandiri atau belajar bersama-sama secara langsung pada saat pelatihan rutin tiap hari Senin hingga Kamis di Pura Pakualaman oleh para abdi dalem Mataya Langenpraja.


“Semoga event lomba tari seperti ini ke depannya tetap dijaga keberlangsungannya. Kami berharap dengan adanya acara ini masyarakat dapat mengetahui berbagai bentuk seni terutama tari yang ada di Pura Pakualaman sehingga generasi muda bisa tetap menjaga serta menjunjung nilai-nilai tradisi,” tutur Lebdamataya. (AKN Seni dan Budaya Yogyakarta/Aya/Cecep)