Tingkatkan Kreativitas Instruktur LKP Bidang Tata Busana dengan  Teknik TR Cutting dan Vortex di ESMOD Jakarta

Tingkatkan Kreativitas Instruktur LKP Bidang Tata Busana dengan Teknik TR Cutting dan Vortex di ESMOD Jakarta

Jakarta, Ditjen Vokasi - Dunia mode terus berkembang dan mencari cara baru untuk menghadirkan desain yang inovatif dan memukau. Salah satu teknik yang semakin mendapatkan perhatian adalah teknik  transformational reconstruction cutting (TR cutting). 


Teknik ini menawarkan pendekatan non-tradisional dalam menciptakan pola dan bentuk pakaian yang menggabungkan eksperimen dan kreativitas. Dalam pengembangannya TR cutting pun mempunyai dua fragmen/bagian, yaitu vortex dan optical illusion




Teknik TR Cutting inilah yang diajarkan oleh ESMOD Jakarta kepada peserta magang instruktur lembaga kursus dan pelatihan (LKP) bidang tata busana. Teknik tersebut termasuk ke dalam creative draping yang perlu dikuasai oleh instruktur LKP. 


“Kami selalu tanamkan ke peserta didik bukan hanya di kelas reguler, tetapi juga peserta magang instruktur ini untuk membuat tren fesyen sendiri, dibandingkan harus mengikuti tren,” ungkap Dini selaku R&D Manager ESMOD Jakarta.


Maka dari itu, dalam teori magang instruktur ini pula ESMOD Jakarta memberikan peserta untuk berinovasi melalui TR cutting. Riswadi atau biasa disapa Tarla sebagai peserta magang instruktur dari LKP Mom n Me, Aceh mendapatkan ilmu baru mengenai TR cutting tersebut. 


“Saya baru pertama kali menggunakan teknik ini. Saya membuat blus dan juga rok dengan vortex,” ujar Tarla. 


Ada beberapa langkah yang digunakan untuk membuat blus menggunakan TR cutting.




Langkah pertama yang Tarla persiapkan adalah menjiplak pola badan depan dan badan belakang lengkap dengan garis kupnat diatas kain blacu. Setelah itu, jahit bagian kupnat, sambung kedua sisi, dan satukan bahu depan dengan belakang.


Di ESMOD Jakarta, peserta magang instruktur diharuskan untuk menggambar gambar pola langsung di atas dress foam sesuai desain yang diinginkan lengkap dengan tanda pola, warna bahan, dan nomor pola. Barulah setelah itu letakkan pola pada bahan sesuai dengan warnanya, gunting bahan dengan mengikuti pola dan jahit semua komponen sampai membentuk blus.


Tarla menambahkan, “Setelah dijahit semua komponen maka press setiap sambungan dengan kampuh rangkap. Terakhir tinggal finishing dan blus teknik TR cutting telah siap.”


Selain membuat blus, Tarla juga menjadi tahu teknik vortex, yang mana teknik tersebut dapat membuat baju atau rok terlihat tiga dimensi. Tarla menjelaskan bahwa tekniknya hampir sama tetapi yang berbeda adalah pembuatan tiga dimensinya seperti pusaran air.



“Saya benar-benar merasa tertantang membuat rok dengan teknik vortex ini karena bagian yang tersulitnya adalah saat menjahit bagian yang melengkung sehingga sudut agar tidak berkerut dan bocor,” ungkap Tarla.


Lebih lanjut, Tarla menjelaskan bahwa bagian tiga dimensi serupa pusaran air tersebut dilakukan pembuatan pola secara terpisah terlebih dahulu. Ukuran lingkarannya pun disesuaikan dengan lipatan kain. Setelah siap, bagian pola dimensi dijahit pada kain utama sehingga membentuk rok tiga dimensi serupa pusaran air sekaligus menciptakan ilusi optik.



Melalui adanya pembelajaran ini, Tarla menjadi paham bahwa kreativitas di bidang busana atau fesyen sangatlah luas. Teknik TR cutting dan vortex yang dipelajarinya bisa mengembangkan kreativitasnya untuk membuat busana yang bukan hanya bagus dipandang tapi juga nyaman dikenakan. 


“Saya ingin membagikan pembelajaran yang menarik ini kepada peserta didik di LKP tempat saya mengajar,” tutur Tarla. (Zia/Cecep)