Logo

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi
(Ditjen Vokasi).

Jl. Jenderal Sudirman Gedung E Lantai III Senayan, Jakarta 10270
vokasi@kemdikbud.go.id

Lihat di Google Maps
Profil Kami
Berita
Gulir Ke Bawah
Cari

Ini Lho Tips Menyimpan Masakan Sisa Lebaran!

03 Mei 2022 06:57:00Kategori : Berita  
Ini Lho Tips Menyimpan Masakan Sisa Lebaran!
Ini Lho Tips Menyimpan Masakan Sisa Lebaran!

Karanganyar, Ditjen Diksi -- Saat merayakan Hari Raya Idulfitri, masyarakat muslim di Indonesia terbiasa membuat aneka hidangan dalam jumlah besar. Hal itu dikarenakan selain untuk disantap bersama keluarga atau menjamu tamu, aneka masakan seperti opor ayam, rendang, dan sambal goreng ati juga kerap dibagikan untuk kerabat maupun para tetangga.

 

Oleh sebab itulah, tak jarang juga banyak masakan yang masih tersisa setelah hari Lebaran.  Sisa makanan tersebut tentu sayang untuk dibuang begitu saja, mubazir. Apalagi, beberapa jenis makanan memang masih bisa disimpan untuk hari-hari berikutnya, seperti rendang.

 

Akan tetapi, untuk menyimpan makanan tersebut, Anda harus memperhatikan beberapa hal agar makanan sisa Lebaran ini masih bisa layak dikonsumsi  dan tidak menimbulkan penyakit.

 

Nah, berikut ini sejumlah tips yang diberikan oleh Chef Dwi Santoso atau yang biasa disapa Chef Pablo, kungfu chef sekaligus instruktur di  International Hotel Management School, yakni sebuah Lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang berlokasi di  Karanganyar, Jawa Tengah. LKP ini dikenal berhasil menempatkan para siswanya di puncak-puncak karier di bidang kuliner, perhotelan, dan juga kapal pesiar.

 

1. Kenali jenis masakannya

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah jenis masakan yang akan disimpan, yakni apakah mengandung santan atau tidak. Masakan yang mengandung santan seharusnya cepat dihabiskan.  Akan tetapi, jika memang tidak habis, masakan bersantan bisa disimpan dalam wadah tertutup,  kemudian dimasukkan dalam chiller (kulkas). Makanan jenis ini akan tahan maksimal  dua hari.

 

2. Dibekukan

Apabila tidak mengandung santan, maka makanan bisa dibekukan, yakni dengan ditaruh di dalam tempat yang tertutup rapat. Akan lebih  bagus lagi jika makanan tersebut  ditaruh di plastik kedap udara atau vakum. Saat akan  dikonsumsi lagi, makanan  tinggal dikeluarkan hingga tidak membeku lagi dan dipanaskan kembali.

 

3. Panaskan tanpa diaduk

Apabila masakan tersebut  masih akan dikonsumsi keesokan harinya, sebaiknya masakan dipanaskan dulu. Akan tetapi, selama proses pemanasan sebaiknya jangan diaduk sampai keesokan harinya. Biarkan masakan tersebut pada tempatnya dan jangan dipindahkan ke tempat lain. Apalagi, jika Anda tidak yakin bahwa wadah tersebut benar-benar kering. (Diksi/Nan/AP/NA)

Komentar ( 0 )
Beri Komentar

01.