Kisah Azka, Alumni SMK yang Punya Bisnis Ratusan Juta di Usia Belia

Kisah Azka, Alumni SMK yang Punya Bisnis Ratusan Juta di Usia Belia


Bandung, Ditjen Vokasi - Kurikulum pendidikan di SMK diarahkan pada pembelajaran berbasis proyek atau project based learning (PBL). Dengan cara inilah para siswa diharapkan tidak hanya lebih siap untuk bekerja, tetapi juga berwirausaha. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak anak-anak SMK yang sudah mahir berwirausaha, bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah.


Salah satu contoh wirausahawan yang sukses merilis bisnis sejak masih di bangku SMK adalah Muhammad Azka Farhan. Azka begitu sapaan akrab Muhammad Azka Farhan baru berusia 18 tahun. Namun, alumni SMKN 9 Bandung tahun 2022 ini sudah memiliki usaha dengan omzet yang mentereng. 


Sejak masih duduk di kelas 11 SMKN 9 Bandung, Azka yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa Jurusan Creativepreneurship, Bina Nusantara (Binus) Bandung ini sudah mahir berbisnis. Ia sudah merintis usaha minuman kesehatan sari lemon, OneD Lemon. Tak tanggung-tanggung bisnisnya ini sudah meraup omzet hingga ratusan juta setiap bulannya. 


“Untuk omzet per bulan tahun ini sedang menurun dibanding tahun lalu, yaitu sekitar 80—100jt per bulannya,” kata Azka tentang perkembangan terkini usaha minuman sari lemonnya. Saat ini selain OneD Lemon, Azka juga mengembangkan produk lain, seperti OneD Garlic Juice dan Oned extra olive oil. 


Menurut Azka, model pembelajaran di SMK yang lebih banyak praktik dan lebih pada konsep PBL memang telah memberikan dampak yang luar biasa pada dirinya. Utamanya adalah dalam pembentukan mental dan karakter kewirausahaan yang akhirnya memantapkan niat Azka untuk membangun usaha secara mandiri. Pembelajaran yang lebih banyak praktik dan PBL juga membuatnya lebih kreatif dalam melihat peluang-peluang bisnis yang ada di sekitarnya. 


“Kita jadi lebih kreatif menemukan ide-ide untuk menyelesaikan permasalahan. Apalagi saat praktik kerja lapangan (PKL), wawasan serta mental kita diasah. Kita bisa saling bertukar pikiran satu sama lain dan itu yang melatih mental saya  dan sangat amat membantu saat menekuni kewirausahaan ini," kata Azka. 


Berbagai pengalaman baik di sekolah saat mengerjakan proyek-proyek sekolah maupun PKL membuat Azka semakin terasah. Oleh karena itu, meskipun di usia yang masih sangat belia, Azka mampu fokus pada usaha dan selalu berfikir jika masa muda harus dihabiskan untuk sesuatu yang bermanfaat. 


“Jadi, ya tidak ada gengsi-gengsian apalagi foya-foya. Saya memilih  fokus berwirausaha agar bisa selangkah lebih maju dibanding yang lain dan menuju kesuksesan lebih cepat,” kata Azka. 


Ide usaha minuman kesehatan ini sendiri sebenarnya dimulai dari kebiasaan keluarga yang rutin meminum perasan lemon. Keluarga Azka kerap membeli lemon di pasar lalu memeras sendiri untuk dikonsumsi keluarga. 


Selain itu, di sekolah juga mata pelajaran kewirausahaan yang membuat Azka akhirnya terpikir untuk menjadikan kebiasaan keluarga tersebut menjadi bisnis. Apalagi saat itu, pandemi Covid-19 juga sedang cukup tinggi sehingga banyak orang mengonsumsi vitamin C. 


“Saat Covid-19 saya sendiri merasakan manfaat sari lemon untuk tubuh. Dari situ muncul ide kenapa nggak jualan online sari lemon saja,” ujar Azka. 


Azka menambahkan keterampilan berdagang secara online tersebut  didapatkan dari pelatihan kurikulum bisnis digital yang ada di sekolah. Saat itu pihak sekolah bekerja sama dengan salah satu platform bisnis digital terkemuka di Indonesia.


”Kurikulum di sekolah ini sangat membantu untuk siswa yang ingin bisnis online dan kurikulum bisnis digital ini sesuai dengan mata pelajaran yang ada di SMKN 9 Bandung,” tuturnya. 


Melalui kurikulum bisnis digital, Azka merasa sangat terbantu dalam mengembangkan bisnisnya.  Mulai dari bagaimana cara membuka toko online hingga analisis pasar ketika sudah berjualan. 


Tidak hanya melalui kurikulum, dukungan sekolah terhadap usaha yang dikembangkan Azka juga ditujukan dengan membawa produk OneD Lemon ke event-event kewirausahaan seperti pameran-pameran. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Azka untuk membuka relasi seluas-luasnya, termasuk menambah pengetahuan tentang kewirausahaan yang lebih luas.


“Dukungan sekolah lainnya itu seperti adanya class meeting, seminar bersama, mata pelajaran wirausaha, dan masih banyak lagi,” kata Azka yang mengaku termotivasi menjadi wirausaha dari orang tua yang juga menekuni profesi sama.


“Orang tua juga bisnis jual beli mobil dan saya juga kepikiran untuk membuka usaha. Saat PKL itu terasa sekali capek banget kita bekerja, jadi kepikiran untuk membuka usaha saja,” kata sulung dari dua bersaudara yang mengaku memilih Jurusan Tata Boga di SMKN 9 Bandung lantaran kegemarannya makan. 


Saat ini usaha Azka sudah merambah ke berbagai wilayah di Indonesia. Minuman kesehatannya juga masuk ke sejumlah rumah sakit-rumah sakit di Bandung dan sejumlah daerah lainnya. Para reseller produk minuman Azka ini juga menyebar hingga ke seluruh Indonesia, bahkan beberapa reseller-nya berasal dari kalangan dokter. 


“Saya juga sudah bekerja sama dengan salah satu industri makanan di Bandung. Jadi, produk OneD Lemon itu jadi  bahan baku untuk salah satu industri makanan di bandung," kata Azka. 


Saat ini Azka sudah memiliki rencana untuk masa depannya. Ia akan terus menggeluti dunia wirausaha. Ada sejumlah rencana bisnis yang sudah ia susun selepas lulus kuliah nanti.


“Rencananya pengen buka showroom moge, bengkel motor moge, usaha lemon dikembangkan menjadi go international dan mau buka usaha usaha lain seperti bidang fesyen, food and beverage, dan punya kafe sendiri,” kata Azka tentang cita-citanya. Semoga. (Nan/Cecep)